STKIP USMAN SAFRI KUTACANE

Berkomitmen, Maju dan Berkualitas
(0629)2524009
stkipus.kutacane@yahoo.com
stkipus@stkip-us.ac.id
Jl. Pulonas Baru No. 6 Kec. Lawe Bulan Aceh Tenggara
image
Orasi Ilmiah Wisuda STKIP Usman Safri Kutacane: Kampus Harus Melahirkan Lulusan Berintegritas dan Berdampak
22 January 2026

Perguruan tinggi tidak boleh dimaknai hanya sebagai tempat memperoleh gelar akademik. Kampus harus menjadi ruang pembentukan karakter, integritas intelektual, serta tanggung jawab sosial agar lulusan mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. H. Syamsul Rijal, BA, M.Ag, Ketua Program Studi S3 Studi Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, saat menyampaikan orasi ilmiah pada kegiatan Wisuda STKIP Usman Safri Kutacane Tahun Akademik 2025/2026, yang digelar di Kutacane, Aceh Tenggara, Sabtu (17/1/2026).

Dalam penyampaiannya di hadapan sivitas akademika, orang tua wisudawan, serta para tamu undangan, Prof. Syamsul Rijal menegaskan bahwa hakikat pendidikan tidak berhenti pada capaian akademik formal semata. Menurutnya, proses pendidikan sejatinya adalah perjalanan panjang yang membentuk daya pikir kritis, karakter, serta integritas moral yang kuat.

Ia juga menekankan bahwa lulusan perguruan tinggi perlu memiliki kepekaan sosial. Keunggulan akademik dinilai belum cukup apabila tidak dibarengi dengan kesadaran untuk memahami persoalan masyarakat dan mengambil peran dalam mencari solusi.

“Pendidikan seharusnya membekali manusia dengan pengetahuan, keterampilan, dan karakter. Dari situ lahir prestasi pribadi sekaligus kontribusi yang dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Prof. Syamsul Rijal yang merupakan putra daerah Aceh Tenggara turut mendorong agar kampus membangun budaya akademik yang sehat dan produktif. Ia menyebutkan pentingnya memperkuat tradisi membaca, riset yang bertumpu pada data, serta sikap rendah hati secara intelektual sebagai fondasi dalam menciptakan lingkungan akademik yang berkualitas.

Selain itu, ia menyoroti perlunya integrasi antara ilmu pengetahuan modern dengan nilai etika dan spiritual. Menurutnya, kemajuan ilmu tanpa arah moral dapat menghilangkan tujuan utama pendidikan. Karena itu, pendidikan harus tetap berpijak pada nilai budaya dan kearifan lokal, sekaligus mampu menjawab tantangan global yang terus berkembang.

Pada Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 ini, STKIP Usman Safri Kutacane meluluskan 87 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, 69 lulusan berasal dari Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, sedangkan 18 lulusan lainnya dari Program Studi Bahasa Inggris.

Kegiatan wisuda ini menjadi wisuda ke-6 sejak STKIP Usman Safri Kutacane berdiri di bawah naungan Yayasan Anak Bangsa. Sejak awal berdiri, STKIP Usman Safri Kutacane terus berkomitmen mengambil peran strategis dalam mencetak tenaga pendidik serta sumber daya manusia yang berkualitas untuk wilayah Aceh Tenggara dan sekitarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Anak Bangsa Aceh Tenggara, Dr. Sunawardi, MM, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pembenahan secara kreatif dan inovatif untuk menjawab dinamika serta tantangan zaman. Ia berharap ilmu yang diperoleh mahasiswa selama perkuliahan tidak berhenti pada tataran teori, tetapi mampu bersifat transformatif dalam kehidupan nyata.

Sementara itu, Ketua STKIP Usman Safri Kutacane, Ati Rosmiati, menyampaikan harapannya agar orasi ilmiah tersebut menjadi penguat semangat bagi lulusan untuk mengabdikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa alumni memiliki peran penting sebagai agen perubahan, khususnya dalam memperkuat pembangunan daerah melalui pendidikan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara juga memberikan apresiasi atas kontribusi STKIP Usman Safri Kutacane dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah, serta mendorong agar sinergi antara perguruan tinggi dan pemangku kepentingan terus diperkuat demi pembangunan pendidikan yang berkelanjutan.